Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini



Jumat, 14 Februari 2020

BAHAS PROGRAM KERJA SAMA, KA LAPAS SUNGAILIAT BERTANDANG KE BNN KABUPATEN BANGKA.

Sungailiat (14/02/2020) - Dalam rangka silahturahmi, Ka Lapas Klas IIB Sungailiat M. Akhyar Bc.IP, SH melakukan kunjungan ke kantor BNN Kabupaten Bangka pada Kamis (13/02/2020). Kedatangan Ka Lapas beserta staf merupakan agenda silahturahmi ke beberapa OPD, Instansi/Lembaga yang ada di Kabupaten Bangka termasuk BNN.

Dalam kunjungannya, Ka Lapas diterima dan disambut dengan baik oleh Ka BNNK Bangka Eka Agustina, SKM beserta jajaran. Pada kesempatan tersebut Ka Lapas memperkenalkan diri mengingat ia baru saja berdinas di Sungailiat dan akan melakukan koordinasi ke beberapa pejabat setempat.Ka Lapas dan Ka BNNK Bangka sepakat melakukan kerjasama lebih ditingkatkan dari sebelumnya. Ada beberapa program yang menjadi konsentrasi kerja sama, antara lain Koordinasi, backup personil dalam giat tes urine dan razia, serta hal-hal lain terkait kelembagaan yang bersifat umum lainnya. Yang menjadi pembahasan penting dalam rencana program adalah menciptakan Lapas BERSINAR (Bersih dari Narkoba). Dengan dukungan serta doa pemerintah dan masyarakat, Insya Allah rencana ini akan terlaksana dengan baik.Selama ini hubungan baik BNN dan Kemenkumham khusunya lapas sangat baik dalam berbagai kerja sama program maupun koordinasi.Sebagai sinergi positif, maka pada 2020 BNN Kabupaten Bangka dan Lapas Sungailiat siap bekerja lebih ekstra dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.(Ab)
  Penulis : Abie (Humas dan Informasi)Editor : M. Manfaluthfi Riyadi, SHPenangung Jawab : Eka Agustina, SKM


Kamis, 13 Februari 2020

TAK PERLU REPOT, SURAT KETERANGAN HASIL PEMERIKSAAN NARKOBA DI BNN KABUPATEN BANGKA SUDAH ONLINE

Sungailiat (12/02/2020) - Kabar baik untuk masyarakat khususnya Kabupaten Bangka yang ingin mendapatkan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkoba (SKHPN). Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan SKHPN, mungkin sebelumnya harus melewati beberapa proses seperti antri, pendaftaran, pengisian formulir, dan lain sebagainya.Kini, masyarakat tak perlu repot untuk sekedar mendapatkan SKHPN. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bangka telah membuka pendaftaran SKHPN secara online, dengan begitu masyarakat tak perlu repot datang langsung ke BNNK Bangka hanya untuk mendaftar saja.Pendaftaran SHKPN secara online dapat di akses melalu laman website resmi BNNK Bangka yakni bangkakab.bnn.go.id. Untuk mendaftar agar mengklik link disiniSiapa saja dapat mengakses website tersebut untuk mendapatkan informasi terkait BNNK Bangka maupun pendaftaran online SKHPN.Namun yang perlu diketahui oleh masyarakat, pendaftaran online hanya bersifat pengisian formulir saja. Sedangkan untuk pengecekan urine dan pemeriksaan kesehatan tetap wajib hadir ke Klinik Pratama di BNNK Bangka.Sedangkan untuk berkas persyaratan administrasi WAJIB di lengkapi dan dibawa pada saat pemeriksaan urine.Adapun syarat dan ketentuan untuk mendapatkan SKHPN adalah sebagai berikut :

  1. Wajib hadir untuk mengisi biodata dan di tes urine (Dapat didaftarkan melalui online);
  2. Rapid Test (alat tes urine) dibeli sendiri oleh pemohon di apotik dengan menyertai nota/kwitansi asli pembelian dari apotik ;
  3. Pas foto ukuran 3×4 berwarna sebanyak 2 (dua) lembar ;
  4. Fotocopy Kartu Identitas (KTP)/Surat Keterangan Domisili/Kartu Pelajar/Kartu Keluarga) Sebanyak 1 (satu) lembar ;
  5. Penerbitan SKHPN tidak dipungut biaya / GRATIS ;
  6. SKHPN hanya berlaku pada saat pemeriksaan dan maksimal 1x 24 jam  (Tidak dapat diperpanjang)
  7. Bila ingin memperpanjang SKPHN, maka semua persyaratan dan prosedur diulang dari point 1
  8. BNN tidak menyediakan / menjual Rapid Tes (alat tes urine) kepada pemohon SKHPN ;
  9. Bila pemohon mendapati oknum petugas yang meminta imbalan berupa uang/barang/jasa atau bentuk lainnya segera laporkan ke BNN setempat ;
  10. Yang berhak / berwenang untuk melakukan pemeriksaan kepada pemohon dan mengeluarkan SKHPN hanya bidang Rehabilitasi / Klinik Pratama melalui petugas medis.
INGAT, SELURUH RANGKAIAN PENDAFTARAN, PEMERIKSAAN DAN PENERBITAN SKHPN TIDAK DIPUNGUT BIAYA / GRATIS. LAPORKAN JIKA ADA PUNGUTAN BIAYA !!!!PENDAFTARAN ONLINE BERSIFAT TIDAK WAJIB, PENDAFTARAN BISA JUGA DILAKUKAN SECARA LANGSUNG KE KANTOR BNNK BANGKA. (Ab) Penulis : Abie (Humas dan Informasi)Editor : M. Manfaluthfi Riyadi, SHPenanggung Jawab : Eka Agusina, SKM


Selasa, 11 Februari 2020

SIDAK PEGAWAI, KEPALA BNN KABUPATEN BANGKA PASTIKAN KESIAPAN ANGGOTA

Sungailiat - (10/02/2020) - Pada pelaksaan apel pagi anggota di lingkungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bangka nampak biasa saja. Namun pada pelaksanaan apel Senin (10/02/2020) sedikit berbeda. Pasalnya seusai apel seluruh anggota tidak langsung dibubarkan, namun diminta untuk berbaris satu shaf memanjang.Hal tersebut diinstruksikan langsung oleh Kepala BNN Kabupaten Bangka Eka Agustina, SKM yang akan melakukan pemeriksaan kelengkapan seragam beserta atribut para anggota. Seluruh anggota yang hadir tak luput dari pemeriksaan yang dilakukan oleh Kasubbag Umum yang dipantau langsung oleh Kepala BNNK Bangka.Dari pemeriksaan tersebut ada beberapa hal penting yang menjadi perhatian Kepala BNNK Bangka antara lain meliputi seragam, pin, ID card, nametag, ikat pinggang, sepatu, rok, jilbab hingga rambut dan janggut untuk anggota laki-laki.Pemeriksaan ini dilakukan sebagai upaya menjaga penampilan anggota BNN yang selalu mencerminkan kesopanan, kebersihan, kerapian serta enak dipandang sehingga meningkatkan kinerja dan kepercayaan diri maupun kepercayaan masyarakat atas pelayanan yang diberikan oleh anggota BNN.Kepala BNNK Bangka tidak menemukan pelanggaran terkait pemeriksaan seragam dan atribut anggotanya. Namun ia selalu mengingatkan kepada anggota agar selalu berpenampilan prima dalam bekerja di dalam kantor maupun di lapangan. (Ab) Penulis : Abie (Humas dan Informasi)Editor : M. Manfaluthfi Riyadi, SHPenanggung Jawab : Eka Agustina, SKM



Jumat, 11 Oktober 2019

FAOZUL : BILA ADA OKNUM PETUGAS LAPAS TERLIBAT NARKOBA, AKAN DITINDAK TEGAS

Sungailiat, (11/10/2019) - Pada Jumat pagi (11/10/2019) sekitar pukul 07.30 WIB para petugas lembaga pemasyarakatan (lapas) Bukit Semut Sungailiat dikejutkan dengan kedatangan tim dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bangka. Kedatangan tim BNNK Bangka ke lapas Bukit Semut dalam rangka melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) dalam bentuk penggeledahan dan tes urine kepada para petugas lapas.Dalam penggeledahan dan tes urine tersebut, sebanyak 70 orang petugas lapas tak luput dari pemeriksaan tim BNNK Bangka, termasuk Kepala Lapas Faozul Ansori. Satu persatu petugas lapas digeledah dan diperiksa urinenya.Namun sebelumnya, kegiatan tersebut terlaksana atas instruksi langsung dari Menteri Hukum dan Ham melalui Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) kepada seluruh lapas di Indonesia yang dilaksanakan secara serentak dalam satu hari, yaitu hari ini Jumat (11/10/2019). Pelaksanaan tes urine secara mendadak ini dilaksanakan semata dalam upaya pembinaan kepada para petugas lapas yang melaksanakan tugas sebagai salah satu penegak hukum, Ujar Faozul.Ditambahkan oleh Faozul, selama ini lembaga pemasyarakatan sering kali di cap negatif oleh masyarakat terkait peredaran gelap narkoba di lingkungan lapas / rutan. Hal inilah yang menjadi alasan terlaksananya kegiatan tes urine kepada seluruh petugas lapas di Indonesia, dalam upaya pembuktian kepada masyarakat bahwa Kementerian Hukum dan HAM tidak memberikan toleransi kepada oknum petugas lapas yang terlibat penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba. Hal ini pula sebagai bentuk pencegahan terjadinya kasus kejahatan narkoba di lingkungan  lapas, tegas Faozul.Disamping itu, Faozul menaruh harapan yang besar kepada seluruh jajaran lapas Bukit Semut dalam upaya menjalankan program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).Sementara ditempat yang sama, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bangka Eka Agustina menjelaskan bahwa kegiatan tes urine ini memang benar atas permintaan dari pihak lapas. Kami (BNNK) sangat mendukung kegiatan seperti ini, apalagi dilingkungan lapas yang notabene sangat rawan terjadinya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Namun hal demikian bisa dicegah, salah satunya dengan cara pelaksanaan kegiatan penggeledahan dan tes urine secara mendadak seperti ini, pungkas Eka.Eka menambahkan, BNNK Bangka memberikan apresiasi yang sangat besar terkait keberhasilan lapas Bukit Semut Sungailiat yang telah ikut serta dalam mendukung program P4GN. Dan dari semua petugas lapas yang kita (BNNK) periksa, tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Semua petugas lapas, urinenya bagus, semua negatif narkotika, kata Eka.Namun BNNK Bangka akan selalu memantau dan berkoordinasi dengan Kepala Lapas terkait pelaksanaan kegiatan serupa yang sewaktu-waktu bisa saja dilaksanakan kembali secara mendadak, tidak hanya kepada petugas namun juga kepada narapidana / warga binaan di lapas, tutup Eka. (Ab) Abie-HumasBNNKBangka  



Selasa, 8 Oktober 2019

NARKOBA SUDAH MASUK KE DESA, WARGA DIMINTA WASPADA

Sungailiat (07/10/19) - Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah di Indonesia bisa dikatakan sudah masuk kategori siaga. Tidak terkecuali di wilayah Kabupaten Bangka khususnya di beberapa desa yang belakangan ini terungkap kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Beberapa waktu lalu, tim Sat Resnarkoba Polres Bangka berhasil mengungkap dan menangkap pelaku kejahatan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Dari hasil pengungkapan tersebut, 2 orang tersangka yang disinyalir berdomisili di desa Jurung berhasil diringkus ke Polres Bangka. Kemudian dari hasil pengembangan dan penyelidikan, pihak kepolisian menyerahkan 2 orang tersangka tersebut ke kantor BNN Kabupaten Bangka untuk dilakukan assesment.Hal tersebut dinyatakan secara langsung oleh IPTU Irwan Haryadi, SH selaku Kasat Res Narkoba Polres Bangka pada saat menjadi narasumber kegiatan sosialisasi / diseminasi melalui talkshow di Kantor Desa Jurung, Kecamatan Merawang pada Senin (30/09/19).Dikatakan Irwan, atas kejadian tersebut warga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap pengawasan keluarga khususnya pergaulan anak. Narkoba sekarang tidak lagi menyasar orang dewasa, bisa saja anak kita dirumah bahkan kita sendiri terjerat  dengan perangkap narkoba, ungkapnya.Disela materinya, Irwan juga menghimbau kepada warga desa Jurung agar senantiasa membuka diri terhadap program-program pemerintah desa, BNN maupun kepolisian mengenai pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di desa, kecamatan maupun kabupaten. Semoga kasus kemarin yang kita ungkap merupakan kasus terakhir di desa Jurung ini, dan atas kesadaran warga disini (Jurung) lebih besar sehingga terciptanya Jurung sebagai salah satu Desa Bersih dari narkoba (Bersinar), harap Irwan.Senada dengan Irwan, Kepala BNN Kabupaten Bangka Eka Agustina, SKM membenarkan apa yang telah disampaikan oleh Irwan. Warga diminta untuk waspada terkait sudah masuknya narkoba ke desa-desa.Ketika menyampaikan materi sosialisasi, Eka mengatakan para pelaku kejahatan narkoba bisa saja dengan leluasa masuk dan mengedarkan narkoba di desa-desa dikarenakan tingkat kepedulian warga dan aparat desa masih minim terkait pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Jika masyarakat sudah tidak lagi kritis dan fokus terhadap narkoba, maka jangan kaget bila suatu saat nanti anak kita bahkan diri kita sendiri terjerumus ke lembah narkoba, tegas Eka.Namun saya yakin, aparat desa dan warga Jurung kecamatan Merawang yang hadir pada kegiatan ini sudah paham dan siap "perang" terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, tutup Eka. (Ab) Abie-Humas-BNNKBangka


Senin, 16 September 2019

APES !!! TERSANDUNG KASUS NARKOBA, 2 PEMUDA DI TANGKAP POLISI DAN DI ASSEMENT BNN

Sungailiat (13/09/2019) - Pada Kamis (12/09/19) jajaran BNN Kabupaten Bangka kembali melakukan tindakan Assesment terhadap dua orang tersangka kasus penyalahgunaan narkoba. Dua orang  pemuda yang menjadi tersangka tersebut merupakan hasil penangkapan jajaran Sat Resnarkoba Polres Bangka. Dari hasil penangkapan dan penyelidikan kepolisian, kedua pemuda tersebut digiring secara langsung oleh Kasat Resnarkoba Iptu Irwan Haryadi, SH ke kantor BNN Kabupaten Bangka untuk diperiksa secara mendalam terkait penyalahgunaan yang dilakukan para tersangka. Langkah yang diambil merupakan pemeriksaan dan assesment yang melibatkan dokter, jaksa, kepolisian, psikolog, dan BNN sendiri yang tergabung dalam Tim Assesment Terpadu (TAT).Kedua tersangka penyalahguna tersebut dilakukan pemeriksaan secara intensif melalui tanya jawab (wawancara) oleh petugas TAT. Para tersangka secara bergantian diperiksa oleh masing-masing petugas secara bergantian. Pemeriksaan tersebut untuk mengetahui perkembangan dan latar belakang tersangka dari sisi medis, psikologi, hukum maupun riwayat personal. Durasi pemeriksaan hingga pers conference hasil TAT memakan waktu cukup lama, mengingat banyak hal yang dipertimbangkan.Ketika ditanya hasil terkait assesment tersebut, Eka Agustina, SKM selaku Kepala BNN Kabupaten Bangka mengatakan bahwa semua rangkaian dan hasil assesment bukanlah untuk konsumsi publik. Cukup untuk diketahui dan dirahasiakan oleh petugas yang tergabung dalam TAT.Sementara ditempat yang sama, Iptu Irwan Haryadi, SH selaku Kasat Resnarkoba mengatakan bahwa semua hasil assesment bukan semata dari hasil satu atau dua orang saja. Namun memalui kesepakatan bersama dan pembahasan secara mendalam. "Banyak hal yang harus kita perhatikan dari assesment. Medis, hukum, psikologi bahwan riwayat tersangka harus dikaji, ditelaah dan dipelajari sehingga nanti keluar hasil yang akan diputuskan bersama. Bila hasil sudah keluar, baru kita bisa mengetahui apakah tersangka bisa direhab atau dilakukan proses hukum sesuai undang-undang", ujarnya.Seusai dilakukan assesment, kedua orang tersangka kembali digiring ke Polres Bangka untuk dilakukan pendalaman pemeriksaan dan pengembangan kasus. (Ab) Abie-Humas-BNNKBangka 


Jumat, 14 Februari 2020

BAHAS PROGRAM KERJA SAMA, KA LAPAS SUNGAILIAT BERTANDANG KE BNN KABUPATEN BANGKA.

Sungailiat (14/02/2020) - Dalam rangka silahturahmi, Ka Lapas Klas IIB Sungailiat M. Akhyar Bc.IP, SH melakukan kunjungan ke kantor BNN Kabupaten Bangka pada Kamis (13/02/2020). Kedatangan Ka Lapas beserta staf merupakan agenda silahturahmi ke beberapa OPD, Instansi/Lembaga yang ada di Kabupaten Bangka termasuk BNN.

Dalam kunjungannya, Ka Lapas diterima dan disambut dengan baik oleh Ka BNNK Bangka Eka Agustina, SKM beserta jajaran. Pada kesempatan tersebut Ka Lapas memperkenalkan diri mengingat ia baru saja berdinas di Sungailiat dan akan melakukan koordinasi ke beberapa pejabat setempat.Ka Lapas dan Ka BNNK Bangka sepakat melakukan kerjasama lebih ditingkatkan dari sebelumnya. Ada beberapa program yang menjadi konsentrasi kerja sama, antara lain Koordinasi, backup personil dalam giat tes urine dan razia, serta hal-hal lain terkait kelembagaan yang bersifat umum lainnya. Yang menjadi pembahasan penting dalam rencana program adalah menciptakan Lapas BERSINAR (Bersih dari Narkoba). Dengan dukungan serta doa pemerintah dan masyarakat, Insya Allah rencana ini akan terlaksana dengan baik.Selama ini hubungan baik BNN dan Kemenkumham khusunya lapas sangat baik dalam berbagai kerja sama program maupun koordinasi.Sebagai sinergi positif, maka pada 2020 BNN Kabupaten Bangka dan Lapas Sungailiat siap bekerja lebih ekstra dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.(Ab)
  Penulis : Abie (Humas dan Informasi)Editor : M. Manfaluthfi Riyadi, SHPenangung Jawab : Eka Agustina, SKM


Terkini


Kamis, 3 Oktober 2019

BNNK BANGKA BERHASIL BENTUK DESA “BERSINAR”

Sungailiat, (27/09) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membentuk desa bersih dari narkoba "Bersinar" di Desa Jada Bahrin Kecamatan Merawang dan Desa Bukit Layang di Kecamatan Bakam.Dibentuk desa "Bersinar" menurut Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Bangka, Abdul Manan melalui siaran pers yang diterima di Sungailiat, Kamis, sebagai upaya pencegahan melalui penyadaran masyarakat atas ancaman bahaya penyalahgunaan narkotika."Desa yang ditunjuk sebagai desa "Bersinar" akan menyampaikan sosialisasi atau kampanye bahaya narkotika langsung kepada warga masyarakat desa setempat," jelasnya.Diharapkan dengan desa "Bersinar" dapat membangun kesadaran masyarakat desa terhadap peredaran narkotika yang semakin mengkhawatirkan di lingkungan masyarakat."Secara bertahap, kedepannya akan muncul desa-desa lainnya yang berperan serta melakukan kegiatan yang serupa desa "Bersinar" sehingga masyarakatnya bebas dari ancaman bahaya narkotika," katanya.Selain membentuk desa "Bersinar" kata dia, pihaknya terus menggalang peran masyarakat, lingkungan pendidikan, pegawai swasta serta pihak lainnya untuk berpartisipasi aktif menjadi relawan anti narkoba.Relawan anti narkoba dari masing - masing perwakilan memperpanjang jangkuan jaringan BNN dalam upaya penyebarluaskan program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).P4GN adalah upaya sistematis berdasarkan data penyalahgunaan narkoba yang tepat dan akurat, perencanaan yang efektif dan efisien dalam rangka mencegah, melindungi dan menyelamatkan warga negara dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba.Pentingnya pemberdayaan masyarakat bersama instansi pemerintah dalam program P4GN adalah dalam rangka upaya memobilisasi seluruh sumber daya yang ada untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam rangka penanganan narkoba yang meliputi aspek pencegahan, rehabilitasi dan pemberantasan.
Sumber :
Pewarta : Kasmono Uploader : Adhitya SM COPYRIGHT © ANTARA
Diteruskan :
Abie-Humas-BNNKBangka


Kamis, 3 Oktober 2019

BNN KABUPATEN BANGKA GENCAR TEKAN ANGKA PENYALAHGUNA NARKOTIKA

Sungailiat, Bangka (27/09) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengintensifkan pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui sosialisasi pada tingkat pelajar.Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Bangka, Abdul Manan di Sungailiat, Kamis menyampaikan intensitas sosialisasi pada tingkat pelajar tersebut merupakan upaya pencegahan dini penyalahgunaan narkotika yang semakin mengkhawatirkan ancamannya bagi generasi muda terutama bagi pelajar.Dikatakan, sasaran kegiatan sosialisasi selama Juni sampai September 2019 pada pelajar mulai dari tingkat PAUD sampai ke tingkat SMA sederajat termasuk sasaran bagi santri di pesantren."Pencegahan dini terhadap penyalahgunaan narkotika pada tingkat pelajar dianggap penting sekali dilakukan, tidak hanya pelajar di perkotaan namun hak yang sama kami berikan pada pelajar di pedesaan yang jauh akses jangkauannya," jelasnya.Pihaknya memberikan apresiasi ke pemerintah daerah setempat yang mendukung program BNN seperti pelaksanaan Peringatan Puncak Hari Anti Narkotika Internasional pada Agustus 2019 lalu."Selain sosialisasi kepada tingkat pelajar, kami juga menggelar workshop di lingkungan swasta dalam rangka pengembangan kapasitas anti narkoba tahun 2019," katanya.Di kegiatan tersebut peserta mendapat pembekalan materi dan edukasi mengenai program BNN. seluruh peserta ditetapkan penggiat anti Narkoba di lingkungan kerjanya."Para penggiat ini tentunya akan menjadi perpanjangan tangan BNNK Bangka dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja masing-masing," jelasnya.Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat dari semua elemen untuk bersama-sama bersatu mencegah ancaman peredaran narkotika yang mengancam generasi bangsa.
Sumber :
Pewarta : Kasmono Uploader : Adhitya SM COPYRIGHT © ANTARA
Diteruskan :
Abie-Humas-BNNKBangka


Kamis, 3 Oktober 2019

BNNK BANGKA BERHASIL BENTUK DESA “BERSINAR”

Sungailiat, (27/09) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membentuk desa bersih dari narkoba "Bersinar" di Desa Jada Bahrin Kecamatan Merawang dan Desa Bukit Layang di Kecamatan Bakam.Dibentuk desa "Bersinar" menurut Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Bangka, Abdul Manan melalui siaran pers yang diterima di Sungailiat, Kamis, sebagai upaya pencegahan melalui penyadaran masyarakat atas ancaman bahaya penyalahgunaan narkotika."Desa yang ditunjuk sebagai desa "Bersinar" akan menyampaikan sosialisasi atau kampanye bahaya narkotika langsung kepada warga masyarakat desa setempat," jelasnya.Diharapkan dengan desa "Bersinar" dapat membangun kesadaran masyarakat desa terhadap peredaran narkotika yang semakin mengkhawatirkan di lingkungan masyarakat."Secara bertahap, kedepannya akan muncul desa-desa lainnya yang berperan serta melakukan kegiatan yang serupa desa "Bersinar" sehingga masyarakatnya bebas dari ancaman bahaya narkotika," katanya.Selain membentuk desa "Bersinar" kata dia, pihaknya terus menggalang peran masyarakat, lingkungan pendidikan, pegawai swasta serta pihak lainnya untuk berpartisipasi aktif menjadi relawan anti narkoba.Relawan anti narkoba dari masing - masing perwakilan memperpanjang jangkuan jaringan BNN dalam upaya penyebarluaskan program pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).P4GN adalah upaya sistematis berdasarkan data penyalahgunaan narkoba yang tepat dan akurat, perencanaan yang efektif dan efisien dalam rangka mencegah, melindungi dan menyelamatkan warga negara dari ancaman bahaya penyalahgunaan narkoba.Pentingnya pemberdayaan masyarakat bersama instansi pemerintah dalam program P4GN adalah dalam rangka upaya memobilisasi seluruh sumber daya yang ada untuk meningkatkan keberdayaan masyarakat dalam rangka penanganan narkoba yang meliputi aspek pencegahan, rehabilitasi dan pemberantasan.
Sumber :
Pewarta : Kasmono Uploader : Adhitya SM COPYRIGHT © ANTARA
Diteruskan :
Abie-Humas-BNNKBangka


Kamis, 3 Oktober 2019

BNN KABUPATEN BANGKA GENCAR TEKAN ANGKA PENYALAHGUNA NARKOTIKA

Sungailiat, Bangka (27/09) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengintensifkan pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui sosialisasi pada tingkat pelajar.Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Bangka, Abdul Manan di Sungailiat, Kamis menyampaikan intensitas sosialisasi pada tingkat pelajar tersebut merupakan upaya pencegahan dini penyalahgunaan narkotika yang semakin mengkhawatirkan ancamannya bagi generasi muda terutama bagi pelajar.Dikatakan, sasaran kegiatan sosialisasi selama Juni sampai September 2019 pada pelajar mulai dari tingkat PAUD sampai ke tingkat SMA sederajat termasuk sasaran bagi santri di pesantren."Pencegahan dini terhadap penyalahgunaan narkotika pada tingkat pelajar dianggap penting sekali dilakukan, tidak hanya pelajar di perkotaan namun hak yang sama kami berikan pada pelajar di pedesaan yang jauh akses jangkauannya," jelasnya.Pihaknya memberikan apresiasi ke pemerintah daerah setempat yang mendukung program BNN seperti pelaksanaan Peringatan Puncak Hari Anti Narkotika Internasional pada Agustus 2019 lalu."Selain sosialisasi kepada tingkat pelajar, kami juga menggelar workshop di lingkungan swasta dalam rangka pengembangan kapasitas anti narkoba tahun 2019," katanya.Di kegiatan tersebut peserta mendapat pembekalan materi dan edukasi mengenai program BNN. seluruh peserta ditetapkan penggiat anti Narkoba di lingkungan kerjanya."Para penggiat ini tentunya akan menjadi perpanjangan tangan BNNK Bangka dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja masing-masing," jelasnya.Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat dari semua elemen untuk bersama-sama bersatu mencegah ancaman peredaran narkotika yang mengancam generasi bangsa.
Sumber :
Pewarta : Kasmono Uploader : Adhitya SM COPYRIGHT © ANTARA
Diteruskan :
Abie-Humas-BNNKBangka


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP KEP. BANGKA BELITUNG

142

Total Kasus Narkoba

192

Total Tersangka Kasus Narkoba

600

Total Pasien Penyalahgunaan

541

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

296,611

Jumlah Sebaran Informasi

Tautan Terkait